sejarah sosial
sejarah sosial
Sejarah Sosial dapat diartikan sebagai setiap gejala sejarah memanifestasikan kehidupan sosial atau komunitas atau kelompok. Manifestasi kehidupan sosial dapat mencakup dari berbagai aspek dalam kehidupan, seperti gaya hidup yang meliputi tempat tinggal berpakaian dan sebagainya.
A. Keterkaitan Sejarah Sosial dan Sosiologi
Ilmu sejarah maupun sosiologi memiliki keterkaitan yaitu mempelajari tentang masyarakat atau manusia, namun terdapat perbedaannya dalam aspek ruang dan waktu. Ilmu sejarah mempelajari sesuatu hal dalam batasan ruang dan waktu agar menghasilkan karya yang unik. Namun, berbeda dengan sosiologi yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. Sejarah juga jika membuat suatu analisis akan ada hubungannya dengan teori-teori yang lain termasuk sosiologi, begitu pula jika sosiologi juga menghubungkan dengan teori-teori yang lainnya. Dalam konotasinya perkembangan sejarah sosial merupakan sebagai sejarah perjuangan kelas pada umumnya, dan sangat berdekatan dengan arti bahwa sejarah sosial sebagai sejarah gerakan sosial. Masalah gerakan sosial tentu saja mencakup banyak kelompok, seperti gerakan serikat buruh, gerakan kaum sosialis, gerakan kaum nasionalis, gerakan emansipasi wanita, gerakan anti perbudakan, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Sartono Kartodirdjo yang mengartikan sejarah sosial secara luas, menganggap setiap gejala sejarah yang memanifestasikan kehidupan sosial suatu komunitas atau kelompok, dan inilah disebut sebagai sejarah sosial
B. Pertentangan Antara Sejarah dan Sosiologi
Antara sejarah dan sosiologi terdapat pertentangan. Hal yang mendasari pertentangan ini yakni keegoisan masing-masing dimana keduanya merasa paling benar , merasa paling ilmiah dan merasa paling superior. Sehingga menjadikan keduanya saling bertolak belakang. Beberapa sejarawan akhirnya giat memprakarsai perdamaian antara Sosiologi dan Sejarah yakni Fernand Braudel dan Febvre.
C. Sejarah Sosial Menurut Sarjana
1. Pada akhir abad 19 di kalangan sejarawan muncullah kritik terhadap mahzab Ranke, hal ini terjadi karena tulisan Ranke yang hanya membahas mengenai sejarah politik. Sehingga sejarawan pada masa tergerak Lamprecht tergerak untuk mengakhiri monopoli sejarah politik tersebut.
2. Turner muncul dengan pemikirannya bahwa sejarah harus memperhatikan segala aspek kehidupan atau kegiatan manusia. Meramu ide dari disiplin ilmu antropologi, ekonomi, psikologi, dan sosiologi. 3. Di Indonesia sendiri sejarah sosial diperkenalkan oleh sejarawan yakni Sartono Kartodirjo dengan hasil desertasinya yang berjudul “Pemberontakan Petani Banten 1888”
4. Travelyan mengatakan Sejarah sosial muncul sebagai bentuk penghindaran terhadap sejarah politik. Sehingga pengertian sejarah sosial ini dibatasi pada lingkup gerakan sosial. Mencakup kegiatan buruh, wanita , dan lain sebagainya.
5. Berdasarkan beberapa penjelasan dari para sejarawan , dapat disimpulkan bahwa sejarah sosial merupakan kajian peristiwa-peristiwa dengan perubahan sosial dalam masyarakat
Sejarah Sosial dapat diartikan sebagai setiap gejala sejarah memanifestasikan kehidupan sosial atau komunitas atau kelompok. Manifestasi kehidupan sosial dapat mencakup dari berbagai aspek dalam kehidupan, seperti gaya hidup yang meliputi tempat tinggal berpakaian dan sebagainya.
A. Keterkaitan Sejarah Sosial dan Sosiologi
Ilmu sejarah maupun sosiologi memiliki keterkaitan yaitu mempelajari tentang masyarakat atau manusia, namun terdapat perbedaannya dalam aspek ruang dan waktu. Ilmu sejarah mempelajari sesuatu hal dalam batasan ruang dan waktu agar menghasilkan karya yang unik. Namun, berbeda dengan sosiologi yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. Sejarah juga jika membuat suatu analisis akan ada hubungannya dengan teori-teori yang lain termasuk sosiologi, begitu pula jika sosiologi juga menghubungkan dengan teori-teori yang lainnya. Dalam konotasinya perkembangan sejarah sosial merupakan sebagai sejarah perjuangan kelas pada umumnya, dan sangat berdekatan dengan arti bahwa sejarah sosial sebagai sejarah gerakan sosial. Masalah gerakan sosial tentu saja mencakup banyak kelompok, seperti gerakan serikat buruh, gerakan kaum sosialis, gerakan kaum nasionalis, gerakan emansipasi wanita, gerakan anti perbudakan, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Sartono Kartodirdjo yang mengartikan sejarah sosial secara luas, menganggap setiap gejala sejarah yang memanifestasikan kehidupan sosial suatu komunitas atau kelompok, dan inilah disebut sebagai sejarah sosial
B. Pertentangan Antara Sejarah dan Sosiologi
Antara sejarah dan sosiologi terdapat pertentangan. Hal yang mendasari pertentangan ini yakni keegoisan masing-masing dimana keduanya merasa paling benar , merasa paling ilmiah dan merasa paling superior. Sehingga menjadikan keduanya saling bertolak belakang. Beberapa sejarawan akhirnya giat memprakarsai perdamaian antara Sosiologi dan Sejarah yakni Fernand Braudel dan Febvre.
C. Sejarah Sosial Menurut Sarjana
1. Pada akhir abad 19 di kalangan sejarawan muncullah kritik terhadap mahzab Ranke, hal ini terjadi karena tulisan Ranke yang hanya membahas mengenai sejarah politik. Sehingga sejarawan pada masa tergerak Lamprecht tergerak untuk mengakhiri monopoli sejarah politik tersebut.
2. Turner muncul dengan pemikirannya bahwa sejarah harus memperhatikan segala aspek kehidupan atau kegiatan manusia. Meramu ide dari disiplin ilmu antropologi, ekonomi, psikologi, dan sosiologi. 3. Di Indonesia sendiri sejarah sosial diperkenalkan oleh sejarawan yakni Sartono Kartodirjo dengan hasil desertasinya yang berjudul “Pemberontakan Petani Banten 1888”
4. Travelyan mengatakan Sejarah sosial muncul sebagai bentuk penghindaran terhadap sejarah politik. Sehingga pengertian sejarah sosial ini dibatasi pada lingkup gerakan sosial. Mencakup kegiatan buruh, wanita , dan lain sebagainya.
5. Berdasarkan beberapa penjelasan dari para sejarawan , dapat disimpulkan bahwa sejarah sosial merupakan kajian peristiwa-peristiwa dengan perubahan sosial dalam masyarakat
Comments
Post a Comment