pengantar sosiologi
Kelompok
Sosial Tidak Teratur
kelompok sosial tidak teratur
Kerumunan
Yaitu
suatu kelompok sosial yang tidak
teratur yang bersifat sementara (temporer). Soerjono
Soekamto, suatu ukuran utama adanya
crowd adalah kehadiran orang – orang secara fisik.
Kerumunan jelas
tidak terorganisasikan. Ia dapat mempunyai
pimpinan,
tetapi tidak mempunyai sistem pembagian kerja maupun sistem pelapisan
sosial. Sedikit
banyaknya batas crowd adalah bahwa
mata dapat melihatnya dan telinga dapat mendengarkannya.
bentuk-bentuk kerumunan
- Formal audience.
- Panic causal crowds.
- Planned expressive group.
- Inconvenient causal crowds.
- Spectator causal crowds.
- Immoral lawless crowds.
- Acting lawless crowds.
Publik
Publik
merupakan kelompok yang bukan
merupakan kesatuan secara fisik. Interaksi berlangsung melalui alat-alat
komunikasi dan tidak langgeng.
Setiap
aksi publik diprakarsai oleh
keinginan individual, misalnya pemungutan suara dalam pemilihan umum.
Ciri
publik yakni terarah, tujuan dan
ketertarikannya menjurus pada hal yang sama.
Tingkah
laku kepribadian publik didasarkan
pada tingkah laku atau perilaku individu.
Rural Community dan Urban Community
1.Masyarakat
setempat
• Menunjuk
pada
warga
sebuah desa,kota,suku,atau bangsa.
• Apabila
anggota anggota sesuatu kelompok ,baik kelompok itu besar maupun kecil, hidup bersama sedemikian rupa sehingga merasakan bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kepentingan kepentingan hidup yang utama, kelompok tadi disebut masyarakat setempat.
• Masyarakat
setempat menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas batas tertentu dimana faktor utama yang menjadi dasar adalah interaksi yang lebih besar di antara para anggotanya, di bandingkan dengan penduduk di luar batas wilayahnya.
• Unsur
unsur
perasaan komuniti(community sentiment) antara
lain sebagai berikut : seperasaan,sepenanggungan,saling memerlukan.
2. Tipe tipe masyarakat setempat
Dalam mengadakan klasifikasi masyarakat setempat, dapat digunakan empat kriteria yang saling berpautan, yaitu :
a. Jumlah penduduk
b. Luas, kekayaan dan kepadatan penduduk daerah pedalaman
c. Fungsi fungsi khusus masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat
d. Organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan.
e. Belum berkembangnya masyarakat masyarakat disebabkan oleh perkembangan teknologinya yang lambat.
Dalam mengadakan klasifikasi masyarakat setempat, dapat digunakan empat kriteria yang saling berpautan, yaitu :
a. Jumlah penduduk
b. Luas, kekayaan dan kepadatan penduduk daerah pedalaman
c. Fungsi fungsi khusus masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat
d. Organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan.
e. Belum berkembangnya masyarakat masyarakat disebabkan oleh perkembangan teknologinya yang lambat.
Masyarakat
pedesaan
dan
masyarakat
perkotaan
-Perbedaan
masyarakat
pedesaan
dan
masyarakat
perkotaaan
-Ciri
ciri
masyarakat
kota
dan
masyarakat
pedesaan
-Urbanisasi
1.
Sebab
urbanisasi
2.
Sebab
sebab
pendorong
orang orang
desa
meninggalkan
tempat
tinggalnya
3.
Faktor
penarik
dari
kota
4.
Akibat
urbanisasi
Kelompok – kelompok kecil. (Small Group)
Suatu
kelompok yang terdiri dari paling sedikit dua orang, dimana orang – orang saling
berhubungan untuk memenuhi tujuan – tujuan tertentu dan yang menganggap
hubungan itu sendiri penting baginya. Komunikasi yang berlangsung pada kelompok kecil
lebih dominan secara bertatap muka dan berada pada kondisi saling melihat dan berhadapan. Menurut Shaw (1976) terdapat enam cara
untuk mengidentifikasikan suatu komunikasi kelompok kecil yaitu suatu kumpulan
individu yang dapat mempengaruhi satu sama lain, memperoleh beberapa kepuasan
satu sama lain, berinteraksi untuk beberapa tujuan, mengambil peranan, terikat
satu sama lain, dan berkomunikasi tatap muka.
Dinamika Kelompok Sosial
Dinamika kelompok sosial merupakan proses
perubahan dan perkembangan sebagai wujud dari interaksi dan independensi antar
anggota kelompok maupun antar kelompok satu dengan kelompok yang lain.
Dinamika pada kelompok sosial terjadi karena
terdapat proses formasi ataupun reformasi dari pola di dalam kelompok yag
dipengaruhi oleh faktor dari luar. Keadaan yang tidak stabil ini diperantarai
oleh konflik antar individu atau antar bagian kelompok.
Faktor-faktor penyebab dinamika keompok sosial
yaitu:
1)perubahan situasi
2)pergantian anggota-anggota kelompok
3)perubahan yang terjadi dalam situasi sosial
dan ekonomi
Faktor Pendorong Dinamika Kelompok Sosial
Faktor pendorong yang terdapat dalam dinamika kelompok sosial, antara lain adalah sebagai berikut;
Terjadi pergantian anggota kelompok.
Terjadi konflik antaranggota kelompok.
Terjadi perubahan lingkungan sosial.
Terjadi modernisasi
Aspek Kelompok Sosial
Asepk yang menjadi latar belakang
adanya kelompok sosial dalam masyarakat, sangat berpengaruh besar pada
pola interaksi sosial dan keteraturan sosial yang diciptakan.
Asep-aspek kelompok sosial tersebut antara lain adalah sebagai berikut;
Adaptasi
Adaptasi di dalam kelompok sosial sangat
diperlukan untuk menyesuaikan kelompok dengan perkembangan zaman yang
pada saat ini tidak terbatas. Adaptasi adalah kemampuan masyarakat atau
seseorang dalam penyesuaian dirinya dengan lingkungan sosial yang
terbentuk.
Pencapaian Tujuan
Kelompok sosial yang berupaya mencapai
tujuan tertentu akan mengalami perubahan dan perkembangan yang ada di
dalam masyarakat. Pencapaian tujuan dalam kelompok sosial ini dilakukan
atas dasar suka rela antar anggota masyarakat, yang sebelumnya dilakukan
dengan adanya kesepakatan-kesepatan tertentu.
Integrasi
Integrasi dalam kelompok sosial
menandakan upaya tetap bersatu dalam kelompok untuk mendukung dan
mewujudkan tujuan yang impikan. Aspek yang terdapat dalam kelompok
sosial ini penting untuk dilakukan sebagai upaya adanya kesimbangan dan
keteraman di dalam kehidupan.
Pola Pemeliharaan dan Perluasan
Kelompok sosial yang melakukan perubahan
membuat pola-pola pemeliharaan agar tidak terjadi disintegrasi.
Kelompok sosial juga melakukan perluasan dengan menerima anggota baru
dan memperkenalkan anggota tersebut dengan budaya kelompok.
Dalam dinamika kelompok kemungkinan besar
terjadi antagonisme yang dalam prosesnya justru menghasilkan value yang
positif.•Masalah dinamika berkaitan dengan gerak atau perilaku kolektif. Salah
satu penyebab suatu kolektiva menjadi agresif adalah adanya ancaman dari luar.
Comments
Post a Comment