pengantar sosiologi ; kebudayaan & masyarakat

Kebudayaan & Masyarakat

A. kebudayaan 


Secara etimologis kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta “budhayah”, yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Koentjaraningrat mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatkanya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupanan masyarakat. unsur kebudayaan adalah terdiri dari 4 unsur yaitu : alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik
  
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: 

  1. sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
  2. organisasi ekonomi 
  3. alat-alat, dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama) 
  4. organisasi kekuatan (politik)


B. Unsur-Unsur Kebudayaan
Unsur-unsur kebudayaan meliputi semua kebudayaan yang ada dunia, baik yang kecil, sedang, besar, maupun yang kompleks. Menurut konsepnya Malinowski, kebudayaan di dunia ini mempunyai tujuh unsur universal, yaitu  
  1. bahasa, 
  2. sistem teknologi
  3. sistem mata pencaharian
  4. organisasi sosial
  5. sistem pengetahuan
  6. religi 
  7. kesenian
Seluruh unsur itu saling terkait antara yang satu dengan yang lain dan tidak bisa dipisahkan. 

C. Fungsi Kebudayaan Bagi Masyarakat

Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Kebudayaan mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan dengan orang lain. Apabila manusia hidup sendiri, maka tak akan ada manusia lain yang merasa terganggu oleh tindak-tindakanya.

fungsi kebudayaan sebagai berikut : 

  1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat. Identitas ini terbentuk oleh berbagai faktor seperti sejarah, kondisi dan posisi geografis, sistem sosial, politik dan ekonomi, dan perubahan nilai-nilai di dalam masyarakat.
  2. Sebagai pengikat suatu masyarakat. Kebersamaan adalah faktor pengikat anggota masyarakat yang kuat.
  3. Sebagai sumber. Budaya merupakan sumber inspirasi, kebanggaan dan sumber daya menghasilkan komoditi ekonomi, misalnya : wisata budaya, produk budaya.
  4. Sebagai kekuatan penggerak atau pengubah. Karena budaya terbentuk melalui proses belajar mengajar maka budaya itu dinamis dan tidak kaku
  5. Sebagai kemampuan membentuk nilai tambah. Menghubungkan dengan nilai keunggulan.
  6. Sebagai pola perilaku. Budaya berisi norma tingkah laku dan menggariskan batas-batas toleransi sosial.
  7. Sebagai warisan. Budaya disosialisasikan dan diajarkan kepada generasi berikutnya.
  8. Sebagai substitusi (pengganti) formalisasi. Sehingga tanpa diperintah orang akan melakukan tugasnya.
  9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan.proses budaya dalam pembangunan  sebagai perubahan sosial yang berencana.
  10. Sebagai proses yang mempersatukan. Melalui proses value sharing masyarakat di persatukan, tidak seperti sapu lidi, melainkan ibarat rantai.
  11.  Sebagai produk proses usaha mencapai tujuan bersama dalam sejarah yang sama.
  12. Sebagai program mental sebuah masyarakat.

  D. Sifat Hakikat Kebudayaan 

     Walaupun setiap masyarakat mempunyai kebudayaan yang saling berbeda dengan yang lainya, namun setiap kebudayaan mempunyai sifat hakikat yang berlaku umum bagi semua kebudayaan dimanapun juga.sebelum berlanjut ada baiknya jika kita memahami pengertian kebudayaan dan pentingnya kebudayaan itu sendiri Soerjono Soekanto mengutarakan sifat hakikat kebudayaan itu adalah sebagai berikut.
1.    Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia. 
2.   Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu, dan   tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
3.    Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan tingkah lakunya. 
4.   Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan yang diterima atau ditolak, yang dilarang dan yang diijinkan.

dapat disimpulkan bahwa budaya tersalur lewat perilaku manusia dan keberadaanya tetap karena ada pelakunya yang mengisi dan budaya menentukan jalanya kehidupan manusia dan akan mempengaruhi aktivitas kehidupan dalam lingkunganya termasuk didalamnya tata cara untuk mencapai kekuasaan tertentu yang sering disebut dengan budya politik  yang dapat kita lihat melalui budaya politik indonesia. Pada dasarnya manusia akan beradaptasi dalam kebudayaanya dan kalau mereka berhubungan dengan orang lain akan dikondisikan untuk menerima sehingga budaya itu akan mengatur manusia dan dapat menetikan sikapnya dalam bertindak. 
E. Tipe krbudayaan mempengaruhi bentuk kepribadian
Berikut tipe-tipe kebudayaan khusus yang nyata mempengaruhi bentuk kepribadian yakni: 
1.      Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar factor kedaerahan. Di sini dijumpai
kepribadian yang saling berbeda antara individu-individu yang merupakan anggota suatu
masyarakat tertentu, karena masing-masing tinggal di daerah yang tidak sama dan dengan
kebudayaan-kebudayaan khusus yang tidak sama pula. Contoh adat-istiadat melamar
mempelai di Minangkabau berbeda dengan adat-istiadat melamar mempelai di Lampung. 

2.      Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda (urban dan rural ways of life). Contoh
perbedaan antara anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di
desa. Anak kota terlihat lebih berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya dan
sikapnya lebih terbuka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan kebudayaan
tertentu. Sedangkan seorang anak yang dibesarkan di desa lebih mempunyai sikap percaya
diri sendiri dan lebih banyak mempunyai sikap menilai (sense of value). 

3.      Kebudayaan khusus kelas sosial. Di dalam setiap masyarakat akan dijumpai lapisan
sosial karena setiap masyarakat mempunyai sikap menghargai yang tertentu pula. 

4.      Kebudayaan khusus atas asar agama. Agama juga mempunyai pengaruh besar di
dalam membentuk kepribadian seorang individu. Bahkan adanya berbagai madzhab di
dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda pula di kalangan 
umatnya. 
5.      Kebudayaan berdasarkan profesi. Pekerjaan atau keahlian juga memberi pengaruh besar pada kepribadian seseorang. Kepribadian seorang dokter, misalnya, berbeda dengan kepribadian seorang pengacara, dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara-cara mereka bergaul.

F. GERAK KEBUDAYAAN 

Semua kebudayaan mempunyai dinamika atau gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup di dalam masyarakat yang menjadi wadah dari kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadisebab dia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya, karena terjadi hubungan antarkelompok manusia di dalam masyarakat. 

Akulturasi terjadi bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan yang tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat-laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan manusia telah terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara mereka terjadi hubungan-hubungan, mungkin, dalam lapangan perdagangan, pemerintahan, dan sebagainya. Beberapa masalah yang menyangkut proses akulturasi adalah:
a.Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima;
b.Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima;
c.Individu-indivisu manakan yang cepat menerima unsur-unsur yang baru;
d.Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.

unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah:
a.Unsur kebudayaan kebendaan seperti alat-peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya, contohnya adalah alat tulis-menulis yang banyak dipergunakan orang Indonesia yang diambil dari unsuriunsur kebudayaan Barat;
b.Unsur-unsur yang terbukti membawamanfaat besar misalnya radio transistor yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat mass-media;
c.Unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut, seperti mesin penggiling padi yang dengan biaya murah serta pengetahuan teknis yang sederhana, dapat digunakan untuk melengkapi pabrik-pabrik penggilingan.

Proses akulturasi yang berjalan dengan baik dapat menghasilkan integrasi antara unsur-unsur kebudayaan asing dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri. Dengan demikian, unsur-unsur kebudayaan asing tidak lagi dirasakan sebagai hal yang berasal dari luar, tetapi dianggap sebagai unsur-unsur kebudayaan sendiri.

 

Comments

Popular posts from this blog

Review buku Yansen "revolusi dari desa"